BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Teknologi
sudah memasuki berbagai segi kehidupan termasuk dunia pendidikan yang sudah berkembang sejak
munculnya NFSNET di Amerika, sedangkan di Indonesia sendiri sejak tahun 1972
didirikannya PUSILKOM pada Universitas Indonesia dan sejak tahun 2004 TIK dimasukan dalam
kurikulum pembelajaran pendidikan formal. Teknologi yang sekarang sangat
berkembang dalam dunia pendidikan, yaitu komputer dan komputer yang berbasis
internet. Bimbingan
dan Konseling yang merupakan bagian yang terintegrasi oleh pendidikan formal
maka dituntut pula untuk menguasai teknologi terutama komputer dan komputer
berbasis internet.
Sebagai sebuah peralatan, komputer dapat memberikan banyak manfaat dalam
mempermudah aktivitas kerja seorang konselor dan guru BK. Sebagai seorang guru
bimbingan dan konseling komputer akan sangat bermanfaat untuk mempermudah
proses-proses yang mendukung maksimalnya layanan bimbingan dan konseling.
Sebagai contoh: penyimpanan data base siswa di sekolah. Penggunaan
komputer sebagai tempat penyimpanan data base tentu memberikan kemudahan
dalam hal efisiensi ruang dan tenaga bagi guru bimbingan dan konseling, karena
dengan penggunaan komputer guru pembimbing tidak perlu lagi menyiapkan lemari
khusus untuk menyimpan ribuan tumpukan kertas yang menyimpan data-data siswa di
sekolah.
1.2 Rumusan Masalah
1.3. Tujuan Penulisan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk:
·
Memberikan pengatahuan tentang
peran penggunaan komputer sebagai sarana multifungsi dalam pelayanan BK
·
Memberikan pengetahuan teknologi
komputer
1.4 Manfaat Penulisan
ü
Bagi praktisi pendidikan,
khususnya guru bimbingan dan konseling, dapat dijadikan sebagai bahan bacaan
akan pentingnya penggunaan komputer sebagai sarana multifungsi dalam pelayanan
BK.
ü
Bagi penyusun makalah selanjutnya
dapat dijadikan sebagai bahan referansi
dan menambah pengetahuan dalam pembuatan makalah tentang teknologi
komputer dalam BK.
BAB II
PEMBAHASAN
Para pakar dibidang teknologi dan informasi memberikan kepada kita bebarapa
pengertian dan pendapat tentang komputer. Berikut ini beberapa pengertian dan
pendapat tentang komputer yang saya dapatkan:
Widjadja Tunggal (1993) mengemukakan bahwa komputer adalah suatu mesin yang
dapat memanipulasi data dengan sendiri
Fuori (Budiyanto dan Mauliana, 2010) berpendapat bahwa komputer adalah
suatu alat pemrosesan data yang dapat melakukan perhitungan besar dan cepat,
termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika tanpa campur tangan manusia.
Menurut
Bahari, dkk (2011) “Komputer adalah serangkaian ataupun sekelompok mesin
elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling
bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti”.
Menurut
Gausel (Hurairah, 2009) ‘bidang yang telah banyak memanfaatkan jasa komputer
ialah bimbingan dan konseling pendidikan’.
Dari beberapa pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa komputer
adalah alat yang mampu melakukan proses penyimpanan dan pengolahan data
informasi secara lebih akurat dan cepat
serta merupakan satu kesatuan komponen yang
biasa disebut perangkat keras (hardware)
yang
mempunyai fungsi masing –
masing, bukan hanya hardware saja yang berperan dalam menjalankan komputer
tetapi perangkat lunak (software) untuk membuat komputer dapat digunakan yang berupa aplikasi atau
program. Penggunaan fungsi
komputer dipengaruhi oleh manusia sebagai pengguna fitur yang terdapat pada
komputer agar dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien yang biasa disebut dengan
brainware. Ketika salah satu antara software, hardware dan brainware yang
berkerja kurang baik maka hasil yang didapatkan dalam penggunaan komputer akan
kurang baik atau rusak. Jadi, software, hardware, dan brainware merupakan satu
kesatuan yang terintegrasi dalam menjalankan suatu teknologi komputer yang akan
menentukan hasil dari penggunaan komputer.
2.1 Penerapan Komputer Sebagai Sarana
Multifungsi dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Menurut Nurfitriyani (2011) peranan komputer telah banyak dikembangkan
dalam dunia bimbingan dan konseling. Muhammad Surya (2006 dalam Nurfitriyani,
2011) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer
interaksi antara konselor dengan individu yang dilayaninya (konseli) tidak
hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka, tetapi dapat juga dilakukan
melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet dalam bentuk cyber
counseling.
Komputer
dapat membantu konselor dalam melakukan assesmen terhadap proses konseling,
seperti ITP (Inventori Tugas Perkembangan) dan ATP (Analisis Tugas
Perkembangan). Ada
pula Computer Assisted Counseling (CAC), yaitu software atau aplikasi konseling
mandiri yang membantu konseli untuk mudah mendapatkan penyelesaian masalah yang
dialami meskipun tidak perlu bertemu dengan konselor. Walaupun demikian, tetap
saja konseling yang dilakukan secara face to face lebih mengena dan CAC tidak
dapat menggantikan fungsi dari konseling konvensional itu sendiri, CAC hanya mengambil
sedikit peran konseling konvensional agar bertambah efektif dan efesien. Jika
konseli berada dalam keadaan darurat dan tidak ada konselor pada saat itu maka
CAC dapat berperan dalam membantu konseli.
Nurfitriyani (2011) kemudian memaparkan beberapa penerapan komputer sebagai
sarana kerja bimbingan dan konseling mulai dari tingkat sekolah dasar hingga ke
perguruan tinggi.
o
Penerapan Komputer Sebagai Sarana
Kerja BK di Sekolah Dasar
Komputer
sebagai sarana kerja Bimbingan Konseling pada jenjang Sekolah Dasar, dapat
diterapkan sebagai :
1.
Pusat arsip data siswa
2.
Informasi kasus atau presensi bimbingan
3.
Alat penyelenggaraan konseling kelompok melalui proyekto
o
Penerapan Komputer sebagai sarana
kerja BK di Sekolah Menengah
1.
Pemanfaatan internet
2.
Pemakaian surat elektronik (email
dan messaging dengan memperhatikan etika)
3.
Publikasi pengumuman baik dalam
blog maupun arsip pada komputer
4.
Materi ajar menggunakan media
proyektor
5.
Program publikasi dan informasi
6.
Penyelenggaraan kompetensi
ilmiah, seni, ketangkasan secara online yang bernilai positif bagi
peserta didik
7.
Pembuatan database peserta
didik.
o
Penerapan Komputer Sebagai Sarana
Kerja BK di Perguruan Tinggi
1.
Bimbingan
Konseling melalui Surat Elektronik atau e-mail
2.
Pemberian informasi melalui websites / homepages
3.
Bimbingan
dan Konseling kelompok melalui chat room
4.
Konsultasi melalui komputer konferensi
video, atau grup
5.
Periklanan mengenai layanan
Bimbingan Konseling melalui e-mail maupun web
6.
Pelatihan keterampilan melalui software
dan simulasi terkomputerisasi
7.
Pengambilan sumber daya informasi
8.
Penyimpanan catatan kasus
9.
Informasi konseli
10.
Tata kearsipan
2.2 TEKNOLOGI KOMPUTER
Moh. Surya (2006) mengemukakan bahwa
sejalan dengan perkembangan teknologi komputer interaksi antara konselor dengan
individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap
muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui
internet, dalam bentuk "cyber counseling". Saat seorang konselor
memberikan layanan bimbingan di kelas, tentu akan sangat menarik apabila materi
layanan tersebut disampaikan dengan bantuan program-program komputer misalnya
dengan menggunakan microsof office power point. Dengan cara seperti ini siswa
akan lebih tertarik untuk menyimak materi dan materi tersebut akan lebih mudah
dicerna siswa. Selain dapat digunakan untuk dapat memberikan layanan secara
langsung terhadap siswa, computer juga sangat diperlukan dalam menciptakan
dukungan system yang baik untuk memperlancar layanan bimbingan & konseling.
Misalnya saja dalam kegiatan manajemen yang meliputi peningkatan mutu bimbingan
dan konseling melalui pengembangan program, pengembangan staf, pengembangan
sumber daya dan pengembangan penataan kebijaksanaan. Untuk mengembangkan mutu
program bimbingan dan konseling, perlu diadakan penelitian dan evaluasi yang
tentunya melibatkan data-data baik itu mengenai program-program bimbingan dan
konseling sendiri, implikasi program tersebut terhadan siswa dan sekolah, serta
data-data rahasia lainnya, sehingga peran komputer disini sangat dibutuhkan.
Bisa dibayangkan jika tidak ada komputer, konselor harus menyimpan, mengolah
data-data tersebut dalam bentuk kertas-kertas yang mungkin banyaknya beberapa
lemari, tentu ini sangat tidak efektif dan akan menghambat kinerja konselor
serta kesuksesan program bimbingan dan konseling itu sendiri.
Pada layanan konseling
juga terdapat teknologi komputer yang berbasis internet untuk malakukan konseling dengan konseli, seperti: Cyber Counseling, E–counseling, chatting, videocall,
dan voice call merupakan bentuk aplikasi yang dapat membantu konselor dalam
proses konseling dengan
cara yang lebih modern selain melakukan pertemuan dengan konseli secara
langsung. Aplikasi yang mempermudah jalannya konseling ini merupakan cara yang
baru dalam berkomunikasi secara lebih mudah dengan konseli, tetapi konseling
yang menggunakan teknologi ini bukan berarti menggantikan cara konseling
konvensional (face to face). Hanya saja ini merupakan salah satu cara untuk
mengatasi kendala yang sering menjadi hambatan bagi proses konseling
konvensional, seperti masalah waktu yang tidak tersedia dan jarak yang
memisahkan.
Dengan internet juga
konselor dapat berkomunikasi sesama konselor, dapat mencari informasi dan
menyebarkannya dengan cepat dan mudah, dapat mengetahui perkembangan zaman dan
pergaulan konseli (peserta didik), dapat melakukan pendekatan terhadap konseli
(peserta didik). Jadi,
komputer merupakan sarana kerja BK yang cukup efektif dan penting. Mulai dari
pengolahan data hingga melakukan cyber counseling dapat dilakukan jika konselor
dapat menguasai komputer dan komputer berbasis internet.
Menurut Sampson, Kolodinsky, & Greeno (Harul Huda, 2011) Berdasarkan
potensi penggunaan komputer untuk konselor dalam bimbingan dan konseling, maka
dibuat secara sederhana manfaat komputer berbasis internet sebagai berikut :
J Website/ Blog
Website ini berfungsi sebagai pusat informasi palayanan bimbingan dan
konseling kepada siswa di sekolah. Hal ini akan memberikan gambaran awal kepada
siswa tentang proses layanan bimbingan dan konseling, termasuk di dalamnya
informasi materi yang diberikan kepada siswa dalam layanan bimbingan dan
konseling.
J Social
network
Social network atau jejaring sosial adalah
salah satu layanan dunia maya yang memungkinkan orang-orang dari tempat yang
berbeda-beda bertemu dan saling berkomunikasi dengan mudah.
J E-mail
Email adalah layanan surat elektronik yang memungkinkan pengiriman surat secara
lebih cepat dan murah.
J Chat room
Layananan chat room gratis banyak di sediakan saat ini. Kita bisa
membuat grup khusus untuk sekolah yang kita layani untuk memberikan layanan
bimbingan konseling secara virtual.
J Video call
Video call ini memungkinkan orang-orang
dapat berkomunikasi dengan bertatap muka secara langsung dengan lawan
bicaranya.
Komputer berbasis noninternet juga turut memberikan andil yang besar bagi
pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Hal ini dapat dilihat pada
penggunaan komputer berbasis noninternet dalam pengarsipan dan pengolahan data
informasi konseli yang ditangani. Beberapa program komputer yang dapat
digunakan seperti Microsoft office: Microsoft office word dapat digunakan untuk
mencatat data-data dan informasi konseli, microsoft excel untuk mengelola data,
dan Microsoft office power point yang dapat digunakan sebagai media partner
pada saat memberikan layanan kelompok kepada siswa.
Saat ini telah muncul juga beberapa software berbasis pelayanan siswa yang
dapat diakses di internet. Salah satu diantaranya adalah SIBK (Sistem Informasi
Bimbingan dan Konseling). Software ini dapat digunakan oleh konselor sekolah
untuk menyimpan, dan mengolah data-data siswa yang ada di sekolah.
Wahid Suharman (2011), mempaparkan manfaat komputer berbasis noninternet
dalam bimbingan dan konseling, yaitu :
v
Sebagai media partner untuk
mempermudah kerja-kerja konselor dalam mengoptimalkan layanannya.
v
Untuk pengarsipan data personal
siswa. Data personal tersebut terdiri atas data pribadi siswa, catatan
informasi siswa, dan catatan-catatan kasus.
v
Untuk membuat rancangan
pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah dengan memanfaatkan
program-program aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office word, Microsoft
Office Excell, dan Microsoft Office Access.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Komputer sebagai salah satu sarana kerja Bimbingan dan konseling memberikan
banyak kemudahan bagi para praktisi bimbingan dan konseling. Kemampuan komputer
yang mampu menginput, mengoutput, dan mengolah data dengan cepat adalah salah
satu keunggulannya. Secara sederhana saya dapat menyimpulkan bahwa komputer
sebagai sarana kerja BK memiliki dua prospek utama yaitu:
1.
Komputer berbasis internet, yang
dapat digunakan untuk melakukan proses bimbingan dan konseling virtual dari
jarak jauh, dan
2.
Komputer berbasis noninternet
yang dapat digunakan sebagai media partner dalam pengadministrasian data
personal konseli melalui aplikasi-aplikasi perkantoran yang disediakan.
3.2
Saran
Berdasarkan hasil pembahasan makalah di atas maka dapat disampaikan saran
sebagai berikut :
o
Perlunya sosialisasi oleh
pihak-pihak yang berada dalam lingkungan bimbingan dan konseling, dalam
hal ini adalah para pakar-pakar bimbingan dan konseling untuk menyampaikan
urgensi komputer sebagai sarana multifungsi dalam layanan bimbingan dan
konseling.
o
Perlunya diadakan pelatihan
penggunaan komputer secara umum, dan penggunaan beberapa aplikasi perkantoran yang
dapat digunakan dalam adminsitrasi bimbingan dan konseling. Sehingga kedepannya
bimbingan dan konseling tidak hanya menggunakan cara-cara konvensional dalam
pemberian layanannya.
terimakasi :)
BalasHapusDaftar pustaka
BalasHapus